Ayam Goreng yang Hilang

Ayam Goreng yang Hilang


Di sebuah warung makan kecil di pinggir jalan, hidup seorang pemuda bernama Budi. Budi adalah karyawan biasa yang hobi makan ayam goreng. Setiap hari, ia pesan nasi kotak dengan ayam crispy, sambal pedas, dan tahu tempe. "Ini hidupku, bro!" katanya pada temannya, Andi, sambil lahap.


Suatu siang panas, Budi pesan kotak makan seperti biasa. Ia buka tutup styrofoam putih itu dengan semangat. Ada nasi putih, sambal, tahu, tempe... tapi ayam? Hilang! Cuma tulang ayam kecil tersisa di samping. "Eh? Ayamnya kemana?!" Budi panik, mata melotot. Ia panggil mbak penjual, "Mbak, ayamnya cuma tulang! Ini kan pesan ayam utuh!"


Mbak penjual, yang namanya Siti, buru-buru lihat. "Lho, Mas? Tadi saya masukin dua potong ayam crispy. Pasti jatuh di jalan!" Siti geleng-geleng kepala, sambil tahan tawa. Budi ngotot, "Jatuh? Ini kan di tangan saya sejak tadi! Atau... ayamnya kabur sendiri?!"


Teman Budi, Andi, yang duduk di sebelah, ketawa ngakak. "Bud, mungkin ayamnya lagi diet. Lihat, tulangnya aja kurus banget!" Budi kesal, tapi ikut ngakak. Ia bayangin ayam goreng lari-larian di warung, sembunyi di balik wajan. "Atau mbak Siti makan dulu potongannya!" goda Budi.


Siti pura-pura marah, "Ih, Mas! Kalau gitu, besok saya kasih ayam betina yang lagi mengeram telur, biar nggak kabur." Semua pelanggan di warung ikut ribut ketawa. Budi akhirnya dapat ganti ayam gratis, tapi cerita "Ayam Hilang" ini jadi legenda warung. Sejak itu, setiap Budi datang, Siti selalu bilang, "Ayam hari ini aman, Mas. Sudah diikat!"


Budi belajar: makan ayam goreng harus hati-hati, siapa tahu ada yang iri dan curi!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pohon Angker di Belakang Sekolah